Selasa, 11 Desember 2012

Pil Pahit Kegagalan

Sebuah renungan dan hasil eksplorasi yang panjang ,tapi saya berjanji anda tidak perlu berpanjang panjang dan banyak menghabiskan waktu untuk membaca artikel saya,Anda hanya butuh waktu 3 menit untuk menguyah artikel ini.

Sejak pertama meng injakkan kaki dalam bangku sekolah, kita sudah sering di kondisikan untuk selalu berkompetisi menjadi yang terbaik dalam segala pelajaran ,tidak hanya di bangku sekolah,di lingkungan keseharian pun kita mesti tampil sempurna pokoknya segala yang berbau kesuksesan harus menjadi bagian dari kita,secara sadar atau tidak sadar sepertinya kata kata gagal tidak boleh ada dalam kamus fikiran kita,

Tapi kenyataan nya ketika anda menghadapi suatu kondisi dimana anda benar benar menelan pil pahit kegagalan, anda menjadi pusing,minder  dan yang lebih fatal lagi anda pun menghentikan kreativitas diri sendiri untuk membangun semua impian yang anda cita cita kan ,.

Tahukah anda,alasan utama mengapa kebanyakan orang di dunia ini tidak pernah bisa merealisasikan cita cita nya, Bukan karena keinginan atau cita citanya yang terlalu tinggi, bukan juga karena kurang perencanaan, kurang sumber daya, kurang semangat, kurang dukungan, dsb. Rasa takut gagal, itulah virus yang selama ini masih menggerogoti fikiran dan alam bawah sadar anda.
Brian Tracy, seorang CEO dan penulis buku yang banyak mendokumentasikan hasil kerjanya menjadi audio book dan telah begitu banyak meng inspirasi banyak orang di dunia, mengatakan “It is not failure itself that holds you back, it is the fear of failure that paralyzes you.”

Ah sobat,cukup sudah ilusi kesuksesan yang selama ini anda dengung dengung kan namun tidak pernah membawa anda kemana mana.
Tidak perduli sehebat apapun mentor anda mengajarkan banyak tehnik keterampilan,ikut seminar ini itu atau mempunyai ratusan koleksi buku pengembangan diri satu lemari dan mempunyai banyak teman yang selalu memberi anda semangat ,tapi syndrome takut gagal masih anda pelihara,anda kan tetap di dalam tempurung dunia anda sendiri sobat.

Saya tidak akan berpanjang lebar bercerita bagaimana rasa terkejut luar biasa  saat terjadi ledakan kecil ketika pertamakali merakit rangkaian amplifier,atau bagaimana sadis nya saya ditolak lebih dari tujuh wanita ketika ngarep jadi pacarnya,dan yang masih sangat segar dalam ingatan ini  ketika enam orang teman  saya meringis kesakitan sesaat saya menjabat serta menarik tangannya agar bisa terhypnosis,
 “It was my first performance” dan semua itu ternyata gagal,

Saya sangat yakin anda sudah cukup sering mendengar atau membaca bagaimana kisah kepompong yang menjadi kupu kupu,orang miskin yang menjadi kaya raya serta puluhan cerita heroik yang tentunya  saya tidak akan mengobral cerita cerita  itu disini.

Yang akan saya kemukakan disini dan terkadang jarang anda sadari adalah,  bagaimana sebuah kegagalan mampu menempa mental anda menjadi sekeras baja,menginspirasi sebuah kerandahan hati , dan mampu menjadi pemandu sorak bagi diri sendiri serta orang orang disekitar anda .
dan tahukah anda ternyata kesuksesan jarang sekali menjadi pemicu semua itu.

Entah kenapa saya begitu yakin, ternyata kesuksesan hanya masalah waktu ,yang tentunya sangat sangat  mungkin anda raih, sesaat setelah anda jatuh dan tahu seni bangkit kembali,percayalah sobat ketika anda gagal ,anda akan banyak belajar dari hal itu,sudah saatnya sekarang anda membuang rasa takut akan kegagalan itu.

Akhir kata jika memang semua tujuan telah anda rencanakan dengan matang maka bersegeralah berjalan sobat,praktekan pengetahuan yang selama ini anda baca,maksimalkan seluruh sumber daya yang anda miliki ,jalani terus jalanan visi yang anda tuju,sekira nanti anda terjatuh, saya yakin anda sudah cukup kuat untuk bangkit dan berdiri kembali.
Sampai jumpa diujung sana sobat..by : Muhammad Karsy Situmeang

Malaikat Pelindung



Suatu ketika, ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka, ia bertanya kepada Tuhan. “Ya Tuhan, Engkau akan mengirimku ke bumi. Tapi, aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku disana?”.

Tuhanpun menjawab. “Diantara semua malaikat-Ku, Aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatmu dan mengasihimu.”
Si kecil bertanya Iagi, “Tapi, disini, di surga ini, aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuatku bahagia.”

Tuhanpun menjawab, “Tak apa, malaikatmu itu, akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia.”
Namun si kecil bertanya lagi, "Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?”

Tuhanpun menjawab, “Malaikatmu itu, akan membisikkanmu kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar ada disampingmu, dan dengan kasihnya, dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia.”
Si kecil bertanya lagi, “Lalu, bagaimana jika aku ingin berbicara padamu, ya Tuhan?”

Tuhanpun kembali menjawab, “Malaikatmu itu, akan membimbingmu. Dia akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan mengajarkanmu untuk berdoa.”
Lagi-lagi, si kecil menyelidik, “Namun, aku mendengar, disana, ada banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?”

Tuhanpun menjawab, “Tenang, malaikatmu, akan terus melindungimu, walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia, sering akan melupakan kepentinganya sendiri untuk keselamatanmu.”
Namun, si kecil kini malah sedih, “Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tak melihat-Mu lagi.”

Tuhan menjawab lagi, “Malaikatmu, akan selalu mengajarkamu keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu, bagaimana agar selalu patuh dan taat pada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu, Aku akan selalu ada disisimu.”

Hening. Kedamaianpun tetap menerpa surga. Namun, suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup.

“Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong, sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku....”

Tuhanpun kembali menjawab. “Nama malaikatmu tak begitu penting. Kamu akan memanggilnya dengan sebutan: Ibu...”